KEBIJAKAN PERDAGANGAN BARANG INTERNASIONAL

Prinsip-prinsip Utama Sistem Perdagangan Multilateral

  1. Non-Diskriminatif
  2. Untuk memastikan para anggota tidak memberlakukan tindakan yang bersifat diskriminatif, WTO menerapkan 2 (dua) prinsip utama, yaitu Most-Favoured Nation (MFN) dan National Treatment. Melalui prinsip MFN, para anggota wajib memberikan perlakuan terbaik yang sama kepada seluruh anggota. Sementara prinsip National Treatment mewajibkan anggota memberikan perlakuan sama atas barang impor dengan barang lokal.

  3. Terbuka dan Terprediksi
  4. Dalam rangka meningkatkan keterbukaan dan prediktibilitas aturan perdagangan, WTO mendorong anggota untuk merundingkan komitmen penurunan tarif yang diikat (bound tariff) dan hambatan non-tarif. Bound tariff bertindak sebagai ambang batas teratas (ceiling) yang tidak bisa dilanggar dan tercatat dalam schedule of consession masing-masing anggota. Dalam praktiknya, negara anggota umumnya menerapkan applied MFN tariff di bawah bound tariff yang telah dikomitmenkan. Untuk penghapusan hambatan non-tarif, WTO sejauh ini berhasil melarang penetapan kuota dagang (quantitative restriction) yang dianggap mendistorsi pasar.

  5. Transparansi
  6. Negara anggota diwajibkan menotifikasi seluruh kebijakan perdagangannya yang bertujuan, selain untuk memastikan tidak terjadinya pelanggaran terhadap implementasi aturan-aturan WTO, juga untuk memudahkan pelaku usaha dalam melakukan kegiatan perdagangan.